Minggu, 27 Oktober 2013

Kebakaran Besar London 1666



Hanya delapan orang yang tewas dalam kebakaran sangat besar ini, tetapi Kebakaran Besar London tahun 1666 masih patut diperhatikan karena telah menghancurkan 3/4 ibu kota Kerajaan Inggris ini, yang pada intinya telah menghapuskan apa yang saat ini kita kenal sebagai kota tua London, dan menyebabkan pembangunan di London sebagaimana kita kenal saat ini.

Api mengamuk selama 5 hari [2-6 September 1666], terutama karena tidak ada jalan untuk memerangi kebakaran besar di London pada abad ke tujuh belas itu, khususnya setelah kebakaran ini merambat lepas kendali. (Kebakaran besar ini menggambarkan kurangnya keamanan umum di London secara dramatis, dan setelah api padam dan pembangunan kembali dimulai, badan pemadam kebakaran pertama di dunia dibentuk. Kebakaran ini juga mengunggah pendirian perusahaan asuransi kebakaran pertama di dunia. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.) Kebakaran diawali dengan api kecil, kemudian membesar dengan cepat, dan menyebar dengan luas.

Thomas Farynor, salah satu dari pembuat roti bagi Raja charles, bekerja di tokonya di Pudding Lane hingga pukul 22.00, pada malam tanggal 1 september 1666 itu. Pada saat itu, ia memadamkan ovennya (lapornya kemudian), dan naik ke tingkat atas ke tempat tidurnya.

Beberapa jam kemudian, sekitar tengah malam dan dua pagi (catatan historis kadang-kadang saling bertentangan), ia dan keluarganya telah terbangun karena asap dan kobaran api dari lantai bawah. Mungkin karenaberpikir bahwa api ini sudah terlalu besar untuk dikendalikan maka Farynor tidak berusaha untuk memadamkannya, ia bersama keluarganya melarikan diri dari rumah mereka dengan cara memanjat keluar jendela dan berlari cepat melintasi atap-atap rumah tetangga mereka. Sebagian besar pelayan rumah tangga Farynor mengikuti majikannya kecuali seorang pelayan wanita, seorang wanita muda yang takut akan ketinggian yang memilih untuk tetap tinggal. Ia terbakar hingga tewas oleh kobaran api dan dianggap sebagai korban pertama yang resmi dalam kebakaran ini.

Saat api mengamuk, wali kota telah dipanggil dan ia merasa tidak senang karena telah dibangunkan dan dibawa keluar dari tempat tinggalnya. Ia mendesis dengan marah, "Sssstt," saat tiba di Pudding Lane. "Seorang wanita pun bisa membereskan ini!" Ia tidur kembali.

Tak lama setelah itu, angin meniupkan bara api yang menyala melintasi jalan dari toko ini dan membakar rumput kering yang disimpan bagi kuda-kuda, yang terletak di belakang Kedai Minum Star. Gabungan antara rumah-rumah yang saling berhimpitan di London, kerangka-kerangka gedung yang terbuat dari kayu, dan angin yang kencang segera bergabung untuk membakar seluruh blok di mana sebelumnya telah berdiri Toko Roti Farynor.


Kebakaran kemudian merambat ke seluruh penjuru kota, semakin besar karena meledaknya tong-tong berisi anggur, lampu minyak, damar, dan brandy (sejenis minuman keras) yang disimpan di gudang-gudangyang terbakar oleh api. Angin yang kencang juga turut memperbesar kebakaran ini.

Orang-orang mulai berlarian menuju ke sungai Thames, dimana si pengemudi perahu mengenakan tarif sangat mahal untuk membawa penumpang mereka ke tempat aman. Api berkobar hingga hari rabu dalam minggu itu sebelum akhirnya angin mereda dan upaya untuk melawan api, sebagaimana telah dilakukan, akhirnya telah memadamkan api itu.

Banyak upaya yang dilakukan untuk memadamkan api. Para petugas pemadam kebakaran merobohkan rumah-rumah yang tidak terbakar yang berada di jalur api, guna menghentikan penyebaran api. (Hal ini tidak disukai oleh para penghuni yang rumahnya tidak tersentuh api, banyak diantara mereka yang bahkan tidak menyadari bahwa rumah mereka sedang berada dalam bahaya.) Emmber-ember yang terbuat dari kulit dan berisi air diangkut melalui rantai manusia, dituangkan secara tak berkesudahan ke kobaran api. Angkatan Laut Inggris meledakkan rumah-rumah dengan bubuk mesiu untuk menghentikan kobaran api.

Pada akhirnya, berhentinya anginlah yang mengakhiri neraka ini.Kerusakan yang ditimbulkan sangat besar. Tidak kurang dari 13.200 rumah telah terbakar, sama halnya dengan 85 gereja dari geraj London yang berjumlah 109. Lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal, 400 jalan telah tersapu, sehingga kehancuran total mencakup 396 ekar (160 ha). Ratusan usaha telah bangkrut.

Setelah asap turun, para arsitek London merancang sebuah kota baru yang indah, terhampar dengan cukup cerdas, dan penataan seimbang rumah-rumah pemukiman, tempat-tempat bisnis, taman-taman, jalan-jalan, dan berbagai fasilitas lainnya.

Namin demikian, sikap tidak sadar telah mengalahkan estetika, dan rumah-rumah dibangun dengan cepat, dalam banyak kasus meniru tatanan London tua yang kacau. Saat ini walaupun rencana perkotaan London baru sama-sama tak teroganisasinya, tetapi kota ini memiliki pemadam kebakaran yang sangat efisien.

credit

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More