Selasa, 03 September 2013

Fakta tentang Kamboja


Kerajaan Kamboja adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dan beribukota di Phnom Penh.

Sebelumnya, negara ini disebut Kampuchea dan berbatasan dengan Thailand, Laos, Vietnam, dan Teluk Thailand.

Wilayah daratan Kamboja memiliki luas sekitar 181.035 kilometer persegi, dan pada tahun 2007 memiliki populasi lebih dari 13 juta orang.

Terdapat sedikit catatan yang bisa diperoleh untuk menjelaskan Kamboja pada masa prasejarah.

Namun, bukti arkeolog menunjukkan bahwa manusia sudah tinggal di wilayah Kamboja sebelum tahun 1000 SM.

Berbagai bukti tersebut mnunjukkan bahwa pada saat itu orang Kamboja mengkonsumsi makanan yang terdiri dari nasi dan ikan. Tempat tinggal mereka biasanya dibangun di atas panggung, seperti yang bisa ditemui hingga sekarang.

Kamboja menjadi wilayah protektorat Perancis pada tahun 1884. Di bawah kolonisasi Perancis, negara ini justru memasuki masa damai yang kontras dengan persaingan dan perang yang mereka alami pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, perdamaian ini tidak berlangsung selamanya. Pada tahun 1941, Pangeran Norodom Sihanouk, saat itu berusia 19 tahun, mengambil tahta Kamboja atas keinginan Perancis.

Tahun-tahun setelah Sihanouk bertahta diwarnai dengan perselisihan dan persaingan.

Kamboja merdeka dari Perancis pada tahun 1953, namun masalah tidak kunjung selesai.

Pada tahun 1969, negara itu dibom oleh Amerika Serikat pada wilayah yang dicurigai sebagai kamp komunis.

Pada tahun 1970, Sihanouk digulingkan dan digantikan oleh Jenderal Lon Nol.

Sementara Lon Nol berusaha menjalin kedekatan dengan Amerika Serikat, Sihanouk yang digulingkan justru bergabung dengan komunis Khmer Merah, partai yang berkuasa di Kamboja.

Komunis Khmer Merah terus berkembang dalam jumlah dan mampu membentuk ribuan pasukan serta turut bertempur melawan pasukan Amerika dan Vietnam Selatan.

Amerika dan Vietnam Selatan mampu memaksa Khmer Merah mundur ke Kamboja. Namun, dalam kerusuhan yang terjadi, pasukan Khmer Merah tercatat membunuh sekitar 2 juta orang Kamboja.

Akhirnya, pada tahun 1978, invasi Vietnam mampu memaksa Khmer Merah keluar dari kamboja meskipun kelompok ini tetap melanjutkan gerilya hingga tahun 80-an.

Pada tahun 1993, PBB mengadakan pemilu yang membuat Norodom Sihanouk kembali ke posisinya semula.

Khmer Merah terus berupaya menciptakan kekacauan sampai akhirnya dilarang pada tahun 1994.

Pada tahun 1998, Hun Sen diangkat sebagai perdana menteri Kamboja dan dianggap mampu menstabilkan kondisi.

Hari ini, Kamboja merupakan negara berbentuk monarki konstitusional yang dikombinasikan dengan demokrasi multi partai. Negara ini memiliki raja sekaligus perdana menteri.

Sebagian besar warga Kamboja adalah etnis Khmer yang sudah tinggal di wilayah Kamboja sejak abad ke-9 M.

Etnis Khmer menyumbang sekitar 96 persen populasi. Sekitar 2 persen warga lain beretnis Cina sementara 1 persen adalah Vietnam. Satu persen lainnya merupakan Cham dan Muslim Melayu.

Bahasa resmi Kamboja adalah Khmer, tetapi bahasa Inggris dan Perancis juga digunakan.

credit

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More